SIKAP HAKIM

1. DALAM KEDINASAN :

a. SIKAP HAKIM DALAM PERSIDANGAN :

1. Bersikap dan bertindak menurut garis-garis yang ditentukan dalam hukum acara yang berlaku.
2. Tidak dibenarkan bersikap yang menunjukkan memihak atau bersimpati atau anti pati terhadap pihak-pihak  yang berperkara.
3. Harus bersikap sopan, tegas dan bijaksana dalam memimpin sidang, baik dalam ucapan maupun perbuatan.
4. Harus menjaga kewibawaan dan kenikmatan persidangan.

b. SIKAP TERHADAP SESAMA REKAN :

1. Memelihara dan memupuk hubungan kerja sama yang baik antara sesama rekan.
2. Memiliki rasa setia kawan, tenggang rasa dan saling menghargai antara sesama rekan.
3. Memiliki kesadaran, kesetiaan, penghargaan terhadap korps Hakim.
4. Menjaga nama baik dan martabat rekan-rekan, baik didalam maupun di luar kedinasan.

c. SIKAP HAKIM TERHADAP BAWAHAN/PEGAWAI :

1. Harus mempunyai sikap kepemimpinan terhadap bawahan.
2. Membimbing bawahan untuk mempertinggi kecakapan.
3. Harus mempunyai sikap seorang bapak/ibu yang baik terhadap bawahan.
4. Memelihara kekeluargaan antara bawahan dengan Hakim.
5. Memberi contoh kedisplinan terhadap bawahan.

d. SIKAP HAKIM TERHADAP ATASAN :

1. Taat kepada pimpinan atasan.
2. Menjalankan tugas-tugas yang telah digariskan oleh atasan dengan jujur dan ikhlas.
3. Berusaha memberi saran-saran yang membangun kepada atasan.
4. Mempunyai kesanggupan untuk mengeluarkan/mengemukakan pendapat kepada atasan tanpa meninggalkan norma-norma kedinasan.
5. Tidak dibenarkan mengadakan resolusi terhadap atasan dalam bentuk apapun.

e. SIKAP PIMPINAN TERHADAP SESAMA REKAN HAKIM :

1. Harus memelihara hubungan baik dengan Hakim bawahannya.
2. Membimbing bawahan dalam pekerjaan untuk memperoleh kemajuan.
3. Harus bersikap tegas, adil serta tidak memihak.
4. Memberi contoh yang baik dalam perikehidupan, di dalam mapun diluar dinas.

f.  SIKAP HAKIM TERHADAP INSTANSI LAIN :

1. Harus memelihara kerja sama dan hubungan yang baik dengan instansi-instansi lain.
2. Tidak boleh menonjolkan kedudukanya.
3. Menjaga wibawa dan martabat Hakim dalam hubungan kedinasan.
4. Tidak menyalahgunakan wewenang dan kedudukan terhadap instansi lain.

2. DILUAR KEDINASAN :

a. SIKAP HAKIM PRIBADI

1. Harus memiliki kesehatan rohani dan jasmani.
2. Berkelakuan baik dan tidak tercela.
3. Tidak menyalahgunakan wewenang untuk kepentingan pribadi maupun golongan.
4. Menjauhkan diri dari perbuatan-perbuatan dursila dan kelakuan yang dicela oleh masyarakat.
5. Tidak melakukan perbuatan-perbuatan yang merendahkan martabat hakim.

b. SIKAP DALAM RUMAH TANGGA :

1. Menjaga keluarga dari perbuatan-perbuatan yang tercela, baik menurut norma-norma hukum kesusilaan.
2. Menjaga ketenteraman dan keutuhan rumah tangga.
3. Menyesuaikan kehidupan rumah tangga dengan keadaan dan pandangan masyarakat.
4. Tidak dibenarkan hidup berlebih-lebihan dan mencolok.

c. SIKAP DALAM MASYARAKAT :

1. Selaku anggota masyarakat tidak boleh mengisolasi diri dari pergaulan masyarakat.
2. Dalam hidup bermasyarakat harus mempunyai rasa gotong-royong.
3. Harus menjaga nama baik dan martabat hakim.

Dasar Hukum : Lihat Perma No. 7 Tahun 2006 Tentang Penegakan Disiplin Kerja Hakim Pada Mahkamah Agung dan Badan Peradilan Dibawahnya.

Scroll Up