KETUA MAHKAMAH AGUNG PIMPIN WISUDA PURNABAKTI KETUA PENGADILAN TINGGI AGAMA SULAWESI TENGGARA SECARA VIRTUAL

Jakarta – Humas : Ketua Mahkamah Agung Dr. H.M Syarifuddin, SH.,MH pimpin purnabakti Ketua Pengadilan Tinggi Agama Sulawesi Tenggara Dr. H. Muslimin Simar, SH., MH. secara virtual pada hari ini, Kamis (23/7/2020) bertempat diruang Ketua Mahkamah Agung, Jakarta.

Dalam sambutannya, Ketua Mahkamah Agung mengatakan bahwa untuk yang ketiga kalinya, prosesi wisuda purnabakti Ketua Pengadilan Tingkat Banding ini kita lakukan secara daring melalui perangkat media virtual. Transformasi digital dalam kegiatan semacam ini penting kita lakukan dalam rangka mematuhi dan menjalankan protokol pencegahan covid-19, yang mana salah satu wujudnya adalah dengan melakukan pembatasan perjalanan dinas keluar daerah demi menjaga keselamatan dan kesehatan kita bersama. Kendati demikian, saya berharap semoga kesakralan prosesi ini tidak berkurang sedikit pun, dan kita semua dapat mengikutinya secara hidmat.

Rangkaian seremoni yang kita lakukan pada hari ini merupakan acara yang sangat monumental dan bernilai historis bagi bapak Dr. H. Muslimin Simar, SH., MH. Setelah lebih kurang 4 tahun mengemban tugas dan amanah sebagai Ketua Pengadilan Tinggi Agama Sulawesi Tenggara, hari ini sampailah beliau pada fase akhir massa pengabdiannya dengan selamat. Wisuda purnabakti pada hakekatnya adalah prosesi untuk memberi penghargaan atas pengabdian seorang Ketua Pengadilan Tingkat Banding dalam menjalankan tugasnya sebagai garda depan Mahkamah Agung, karena peran seorang Ketua Pengadilan Tingkat Banding sangatlah strategis terutama dalam pengawasan dan pembinaan hakim dan aparatur peradilan di bawah Mahkamah Agung dalam wilayah tugasnya, tutur Syarifuddin

Bapak Dr. H. Muslimin Simar, SH., MH telah mendedikasikan lebih dari separuh usianya untuk lembaga peradilan. Perjalanan karir beliau selama 40 tahun berdinas, baik sebagai pegawai, hakim maupun pimpinan diwilayah timur Indonesia merupakan bukti pengabdian dan loyalitas yang tulus bagi bangsa dan negara. Dalam rentang waktu tersebut, tentu tidak sedikit ujian dan tantangan yang dihadapi, dengan segala keterbatasan akses, akomodasi maupun fasilitas, beliau berhasil menjalankan tugas dengan sebaik – baiknya hingga akhir masa jabatan. Tentunya semua itu tidak lepas dari pengabdian yang didasarkan pada keiklasan. Bagi seorang hakim, keiklasan dalam bekerja merupakan motor penggerak yang membuatnya terus bersemangat dalam bekerja, sekaligus menjadi tameng yang membentenginya dari segala godaan, ungkap mantan Ketua Kamar Pengawasan.

Diakhir sambutannya Ketua Mahkamah Agung berpesan bahwa masa purnabakti akan mengakhiri rutinitas kedinasan, tapi bukan berarti kehilangan kesempatan untuk terus mengabdi dan berkarya. Rutinitas sebagai hakim untuk memeriksa dan memutus perkara memang telah berakhir, namun tugas kepada keluarga, masyarakat dan negara tidak akan berakhir. Oleh kerana itu sebagai anggota korp hakim dan warga peradilan saya harap agar tetap terjalin komunikasi dan tali silahturahmi dengan insan jajaran pengadilan dan Mahkamah Agung.

Wisuda purnabakti virtual ini dihadiri oleh Ketua Kamar Agama dan Direktur Jendral Badan Peradilan Agama. (Humas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »
Scroll Up