Bandung – Selasa 12 September 2017, bertempat di Hotel Four Points, Jl. Ir. H. Juanda No. 46 Bandung dilaksanakan kegiatan Focus Group Discussion dalam rangka Penyusunan Instrumen Evaluasi dalam Pengembangan, Penyebarluasan dan Pelaksanaan SIPP yang diselenggarakan oleh SUSTAIN EU-UNDP. Acara dibuka pada pukul 08.30 dan diawali dengan sambutan oleh Emie Yuliati, S.E., M.E. selaku Kepala Sub Bagian Data pada Biro Perencanaan dan Organisasi Badan Urusan Administrasi Mahkamah Agung (mewakili Kepala Biro Perencanaan dan Organisasi) kemudian dilanjutkan dengan sambutan oleh Ariyo Bimmo selaku Koordinator Sektor Manajemen Perkara SUSTAIN EU-UNDP. Kegiatan ini dihadiri oleh Hakim pada 4 (empat) Lingkungan Badan Peradilan, perwakilan dari Direktorat Jenderal dan beberapa perwakilan dari staff IT Pengadilan. Adapun perwakilan dari Direktorat Jenderal Badan Peradilan Militer dan Peradilan Tata Usaha Negara adalah Yuda Aji Wibawa, S.H., M.H. selaku Kepala Seksi Statistik dan Dokumentasi DitbinganisminTUN, Hari Arief Darmawan, S.H selaku Staff seksi Mutasi Panitera dan Jurusita DitBinganisMinMIL (dan selaku Tim Koordinator SIPP Ditjen Badilmiltun) dan Stefanus Dwi Putra Medisa, S.Kom selaku Staff Dokumentasi dan Informasi Kesekretariatan Ditjen Badilmiltun (dan selaku Tim Development SIPP).

Tujuan diselenggarakannya kegiatan ini adalah untuk mengetahui bagaimana performa SIPP yang diimplementasikan pada 4 (empat) lingkungan peradilan di Mahkamah Agung ditinjau dari respon dan sikap pengguna. Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) versi 3.2.0 oleh Stefanus Dwi Putra Medisa, S.Kom (selaku perwakilan dari Team Development) dan dilanjutkan dengan tanya jawab singkat. Selanjutnya kegiatan dilanjutkan dengan pemarapan framework PIECES oleh Marisa Eka Putra S.T., M.Eng selaku Kepala Sub Bagian Perencanaan, Teknologi Informasi dan Pelaporan Pengadilan Negeri Singkawang dan Leni Novianda A S.E., M.Eng selaku Staff Sub Bagian Umum dan Keuangan Pengadilan Tata Usaha Negara Padang. Framework PIECES dapat digunakan sebagai metoda dalam penyusunan instrumen evaluasi sebuah sistem. Dalam metode PIECES terdapat 6 variabel (domain), yaitu aspek kinerja, aspek informasi, aspek ekonomi, aspek kontrol dan keamanan, aspek efisiensi dan aspek pelayanan, apabila keseluruhannya disingkat menjadi PIECES (Performance, Information, Economy, Control, Eficiency, Services).

Kegiatan ini berlangsung selama 5 (lima) hari dari tanggal 11 September – 15 September, pada hari pertama dibentuk 3 (tiga) grup diskusi yang terdiri dari 8 (delapan) anggota untuk menghimpun seluruh issue(permasalahan) dalam implementasi Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) di satuan kerja (pengadilan) ditinjau dari aspek kinerja, aspek informasi, aspek ekonomi, aspek kontrol dan keamanan, aspek efisiensi dan aspek pelayanan untuk selanjutnya pada hari kedua dipresentasikan agar dapat dituangkan kedalam bentuk instrumen evaluasi menggunakan framework PIECES.

berita ini dikutip dari laman ditjenmiltun.net

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Translate »
Scroll Up