Jakarta-Humas: “Saya berharap agar segenap aparatur peradilan mampu menjaga prilakunya, karena perilaku adalah cerminan nilai-nilai yang hidup dalam institusi itu sendiri. Tidaklah berguna semua kebijakan pimpinan Mahkamah Agung, apabila dari waktu ke waktu masih ada saja aparatur peradilan yang tidak hanya gagal memenuhi pedoman perilaku yang berlaku, namun justru terlibat dalam tindak pidana itu sendiri dan memperdagangkan keadilan, saya pastikan tidak ada toleransi untuk orang-orang seperti itu.” Hal itu ditegaskan Ketua Mahkamah Agung, Prof. Dr. H. M Hatta Ali, SH., MH. Pada saat memimpin Upacara Peringatan Hari Jadi Mahkamah Agung yang ke – 70 (19/8) di halaman depan gedung Mahkamah Agung RI.

Dalam mengawali sambutannya Ketua MA Hatta Ali Juga mengungkapkan capaian Mahkamah Agung dalam tiga tahun terakhir. Capaian-capaian tersebut makin memperlihatkan keseriusan lembaga hukum tertinggi ini dalam menciptakan Badan Peradilan yang Agung dan Modern. Adanya CTS (Case Tracking System) membuktikan lembaga peradilan sangat terbuka untuk informasi perkara dan capaian WTP dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) tiga kali berturut-turut menjadi bukti bahwa keuangan Mahkamah Agung akuntabel dan transparan.

Dari sisi pelayanan, Mahkamah Agung pada hari ini meresmikan Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik Peradilan 2015, yang akan membuka kesempatan seluas-luasnya pada pengadilan tingkat pertama dari empaat lingkungan peradilaan untuk menampilkaan inovasi-inovasinya dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Kompetisi ini diharapkan memberikan inovasi pelayanan yang baru dan efesien serta dapat menjadi duplikasi oleh pengadilan lainnya.

Di akhir sambutannya, Hatta Ali kembali menegaskan sebagai Warga Negara dan Warga Mahkamah Agung dalam momen Peringatan Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia dan Hari Jadi Mahkamah Agung ke 70 dengan tema “Meningkatkan Kepercayaan Publik Melalui Independensi Lembaga Peradilan”, maka Mahkamah Agung dan Pengadilan di bawahnya sebagai Lembaga Peradilan yang mandiri dan terbebas dari segala bentuk intervensi, transparan dan akuntabel yang merupakaan salah satu faktor penting dalam mewujudkan Republik Indonesia yang demokratis dan moderen oleh karena itu dalam rangka mewujudkan Badan Peradilan yang Agung dan baik, serta responsif sesuai kebutuhaan masyarakaat sehingga kepercayaan publik terhadap lembaga peradilan terus meningkat dan terjaga. Tutup Hatta Ali.

Upacara ini diikuti oleh unsur Pimpinan MA, para Hakim Agung, para Pejabat Eselon I sampai dengan Eselon IV dan para Staf di lingkungan Mahkamah Agung serta para Pejabat Pengadilan Tingkat Banding dan Pertama dari Empat lingkungan Peradilan Se-Wilayah Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta. Hatta Ali mengingatkan kembali bahwa semua itu bukanlah tujuan melainkan proses menuju tujuan, dan mengajak seluruh lapisan warga peradilan di empat lingkungan di seluruh Indonesia untuk terus berbakti dan mengabdi yang terbaik kepada bangsa dan Negara, meningkatkan kualitas, moral, mental , perilaku serta pengetahuan dan keterampilan sebagai aparat peradilan yang profesional dan berintegritas.

Pada peringatan upacara Hari Ulang Tahun yang Ke-70, Ketua MA Hatta Ali, memberikan santunan secara simbolis terhadap 15 Yayasan Panti Asuhaan Se-Wilayah Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta dan Sekitarnya.

Berikut ini Nama-nama Yayasan Panti Asuhan :

  1. Panti Sosiaal Asuhan Anak Chairun Nissa.
    Jalan. Pisangan Baru Timur No. 12, Matraman Jakarta Timur.
  2. Rumah Yatim dan Pesantren Ruhama.
    Jalan Betet 1 Kampung Kebon Kopi Pengasinan Gunung Sindur Bogor.
  3. Yayasan Gema Indonesia Sejahtera.
    Jalan Jatibening Raya No. 56 Kel. Jatibening Baru, Bekasi Jawa Barat.
  4. Yayasan Al Hasanat Jaya.
    Jalan Mampang Prapatan XV/88C Pancoran, Jakarta Selatan.
  5. Yayasan Sentuhan Kalbu Foundetion.
    Jalan Bintara 17 No. 63, Bekasi Barat.
  6. Yayasan Pendidikan Islam Riyadhul Huda.
    Kp. Babakan Desa Ciangsana RT/RW. 02/15 Gunung Putri Bogor.
  7. Yayasan Rukun Isteri Sejahtera Panti Asuhan Anak “Putra Setia”
    Jalan Keramat Sentiong No. 51, Jakarta Pusat – 10450
  8. Yayasan Pondok Pesantren “Al-Qalam”
    Jalan Menteng Tenggulun No. 17, RT. 09/10 Jakarta Pusat.
  9. Yayasan PSAA Assuyuthiyyah.
    Kp. Bayubud RT. 3/1, Desa Rancagoong, Cilaku Cianjur Jawa Barat.
  10. Yayasan Awaliyah Rohiim.
    Jalan Pertanian Tengah RT. 008/02 Klender, Duren Sawit Jakarta Timur.
  11. Yayasan Yatim Piatu Al-Mukhlisin.
    Jalan Mualim Aminudin RT. 006/014 No. 40 Cibubur, Ciracas Jakarta Timur.
  12. Yayasan Pantisosial Asuhan Anak Yatim Piatu “DAARUNNAS”
    Jalan Raya Kresek, Bojong Kecamaatan Kresek Tangerang Banten.
  13. Yayasan Baitul Maa’moer.
    Jalan Raya Bojong Gede, Kampung Gelonggong RT. 02/03 Kec. Bojong Gede Bogor.
  14. Yayasan Al-Mustaqim Indonesia.
    Jalan Gapura Menteng No. 32 RT. 005/01 Jurang Mangu Barat, Pondok Aren Bintaro Tangerang Selatan.
  15. Yayasan Masjid Jami’ Raudhatul Jannah.
    Jalan Swausaaha No. 17 Jakarta Utara.

Semoga dengan terselenggaranya kegiatan ini dapat meningkatkan rasa sensitivitas dan kepedulian sosial terhadap masyarakat.

Translate »
Scroll Up